SMS/WA : 0896 6874 3663 | 0858 4099 3646

pria dewasa

Ada sebuah slogan atau tulisan yang cukup menarik, yaitu “ MENJADI TUA ITU PASTI TETAPI MENJADI DEWASA ADALAH PILIHAN”.

Tulisan tersebut memang dapat menjadi cerminan bahkan tamparan bagi kita karena pastinya setiap orang yang hidup di dunia pasti akan menjadi tua. Namun meskipun sudah tua dalam usia, ternyata tingkat kedewasaan setiap orang dapat berbeda-beda. Usia seseorang tidak dapat dijadikan sebagai tolok ukur dalam menilai tingkat kedewasaan seseorang dalam hal berpikir, berperilaku, bertutur kata, serta dalam membuat keputusan.

“Berbeda dengan pria, wanita lebih cepat untuk dewasa 11 tahun daripada pria. Hal ini menurut Kesimpulan yang diperoleh dari jajak pendapat yang dilakukan Nickelodeon UK.”

Perbedaan lain juga ditemuan dari sebuah penelitian di Newcastle University yang menjelaskan kenapa kaum wanita lebih cepat menjadi dewasa. Para peneliti mengungkap, otak anak gadis lebih cepat berkembang untuk membuat otak lebih efisien dalam bekerja ketimbang anak laki-laki.

Ketika orang bertambah tua, bagian tertentu dari otak akan menyusut. Ini karena otak secara otomatis “membuang” hubungan antara sel-sel yang tidak perlu, maka kerja otak pun semakin efisien. Hubungan-hubungan sel yang tidak terpakai itu pun menyusut dan mati.

Hasil pemindaian bagian dalam otak yang dilakukan para peneliti pun menunjukkan bahwa proses penyusutan ini mulai terjadi pada anak gadis berusia sekitar 10 tahun. Namun belum terjadi bahkan pada pria berusia 20 tahun.

Bertambahnya usia seseorang akan terjadi secara pasti, sedangkan tingkat kedewasaan seseorang sangat dipengaruhi dari pengalaman hidup dan lingkungan sekitarnya serta membutuhkan proses pembelajaran.

Dewasa bisa diartikan dalam beberapa definisi, tetapi pada umumnya dewasa lebih diartikan pada tingkat kedewasaan berpikir/pola pikir seseorang ( dewasa secara psikologis ) dibandingkan dewasa secara fisik/usia.

Ada beberapa cara dalam mengukur apakah Anda sudah menjadi dewasa atau belum, berikut beberapa aspek yang bisa menjadi tolak ukur kedewasaan seseorang :

  1. Menerima Diri Sendiri

Manusia diciptakan oleh Tuhan dengan kelebihan dan kekurangannya masing-masing. Seseorang yang sudah dewasa akan menyadari kelemahan yang ada pada dirinya. Jika ada orang lain yang memberitahu tentang kelemahannya tersebut maka ia akan ikhlas menerima. Dalam proses kedewasaan, Anda tidak akan keberatan dengan banyak kritik yang ditujukan kepada diri Anda.

Orang yang dewasa mengenal dirinya sendiri dengan lebih baik, dan senantiasa berusaha untuk menjadi lebih baik. Ia tidak berkepentingan untuk menandingin orang lain, melainkan berusaha mengembangkan dirinya sendiri. Dr. Abraham Maslow berkata, “Orang yang dewasa ingin menjadi yang terbaik sepanjang yang dapat diusahakannya. Dalam hal ini dia tidak merasa mempunyai pesaing-pesaing.

  1. Mengetahui dan Memaksimalkan Kelebihan dalam Diri

Kedewasaan seseorang juga ditunjukkan dengan mengetahui dan memahami tentang kelebihannya. Kelebihan tersebut bukan untuk disombongkan, melainkan untuk terus dikembangkan untuk mencapai cita-cita ataupun impian yang diinginkan. Nah, untuk itu tingkatkanlah apa yang menjadi kelebihan Anda sehingga mampu menutupi kekurangan dalam diri Anda.

  1. Dapat Mengontrol Emosi dengan Baik

Mengontrol emosi bukanlah hal yang mudah. Seseorang yang memiliki sifat manja dan suka ngambek memiliki tantangan tersendiri dalam mengamalkan tips yang satu ini. Seseorang yang sudah dewasa dapat melakukannya dengan baik. Ketika dihadapkan dalam suatu permasalahan ia mampu mengendalikan perilaku dan sikapnya di depan orang lain dengan baik.

  1. Tidak Membedakan Orang Lain

Setiap manusia memiliki kedudukan yang sama di depan Tuhan. Kita yang merupakan sama-sama makhluk ciptaan Tuhan tidak memiliki hak untuk memandang rendah orang lain. Kedewasaan seseorang mampu dan sadar bahwa membeda-bedakan orang lain itu bukan hal yang menyenangkan. Oleh karena itu, ia mampu untuk tidak memandang orang lain lebih rendah darinya.

  1. Bertanggung Jawab Akan Kesalahan

Sifat kekanakan biasanya menutupi kesalahan yang ia perbuat bahkan melemparkan kesalahan tersebut kepada orang lain yang tidak bersalah. Berbeda dengan seseorang yang dewasa yang dengan sadar mengakui kesalahan yang ia perbuat dan mau bertanggung jawab atas apa yang telah ia lakukan.

  1. Tidak Merasa Pintar Sendiri

Setiap manusia pasti memiliki kepintaran dalam bidang tertentu. Bisa dalam bidang akademis ataupun non akademis. Seseorang yang sudah dewasa menyadari hal itu sehingga membuat mereka tidak merasa dirinya paling pintar di antara yang lainnya.

  1. Memiliki Pandangan yang Luas

Seseorang yang sudah dewasa tidak akan memiliki pandangan yang sempit akan suatu hal. Biasanya mereka tidak serta merta melahap semua perkataan orang. Mereka akan menyaring perkataan tersebut dengan mencari kebenarannya terlebih dahulu.

Demikianlah beberapa kriteria yang dapat menjadi tolak ukur apakah Anda bisa dikatakan sudah dewasa atau belum. Ingat! Untuk menjadi dewasa bukanlah perkara yang mudah, tetapi juga bukan sesuatu hal yang tidak mungkin jika kita mau dan berusaha untuk merubahnya.

×
×
×
×